Sistem Komentar Disqus

1. Platform blog dan CMS dilihat dari fitur sistem komentar

Pertumbuhan jumlah blog di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Aplikasi web yang digunakan untuk membangun blog pun cukup beragam mulai dari Blogger, Wordpress, Joomla, Drupal, Magento, Moodle dan lain sebagainya. Blog-blog di Indonesia lebih dominan dibangun menggunakan Blogger atau Wordpress, sedangkan yang lainnya masih sebagian kecil digunakan. Berbeda dengan Blogger yang sepenuhnya adalah platform blog atau Wordpress yang awalnya juga platform blog dan kemudian bertransformasi menjadi Content Management System (CMS), Joomla dari awal adalah sepenuhnya CMS.

Inilah yang mendasari perbedaan antara dua CMS yaitu Wordpress dan Joomla dilihat dari sisi fitur terutama terkait dengan sistem komentar (comment system). Wordpress memiliki sistem komentar bawaan (built-in) sehingga blog yang dibangun menggunakan Wordpress dapat langsung menggunakan sistem komentar tersebut. Ini berbeda dengan Joomla. Sampai dengan versi Joomla 3.6.5, Joomla masih belum memiliki sistem komentarnya sendiri. Dengan demikian, blog yang dibangun menggunakan Joomla harus memasang (install) sistem komentar dari pihak ketiga berupa ekstensi sistem komentar untuk Joomla (Joomla comment system extensions).

2. Penggunaan sistem komentar pada blog

Fungsi atau kegunaan sistem komentar di blog bisa berbeda-beda tergantung pada konten blog. Terlepas dari bagaimana Anda memaknai keberadaan sistem komentar pada blog, alasan utama menggunakan sistem komentar tetap tidak berubah dari dulu sampai sekarang yaitu sebagai alat interaksi antara penulis dan pengunjung blog. Komentar-komentar di blog pada umumnya berisi kritik dan saran, pertanyaan, informasi tambahan, ucapan terima kasih, pujian dan lain sebagainya. Tentu saja konten blog yang baik, memiliki nilai dan bermanfaat akan diapresiasi dengan baik oleh para pengunjungnya melalui komentar yang diberikan.

3. Alasan mengganti sistem komentar Facebook Dengan Disqus.

Tentu saja keberadaan sebuah blog tidak hanya dipandang dari sisi tampilan dan mutu konten semata, namun performa blog juga memberi andil dan peranan dalam pemeringkatan oleh search engine. Performa blog yang kurang juga akan berdampak pada jumlah pengunjung blok yang menurun. Bayangkan seandainya performa blog kurang dan akhirnya lambat ditampilkan di browser, pengunjung mungkin tidak sabar dan beralih ke blog lain. Apabila hal ini terjadi terus-menerus, bukan tidak mungkin pengunjung akan selamanya meninggalkan blog tersebut. Yang perlu menjadi perhatian adalah adanya persaingan ketat antar blog dalam merebut pengunjung. Sekarang ini, blog yang mengangkat atau membahas tema yang sama sudah cukup sangat banyak.

Blog termasmedia berbasis pada Joomla dan menggunakan sistem komentar Facebook pada awalnya. Banyak komentar yang telah diberikan oleh pengunjung di banyak artikel di dalam blog ini melalui sistem komentar Facebook yang sebelumnya dipasang. Sistem komentar Facebook sendiri telah banyak digunakan di blog dan ini tentu bukan tanpa alasan. Salah satu alasan yang mendasari adalah Facebook mempunyai jumlah pengguna yang sangat banyak dan mereka hampir sertiap hari menggunakannya. Ketika seseorang memberi komentar di sistem komentar Facebook pada sebuah blog, komentar yang diberikan tidak hanya terlihat di blog tersebut, tetapi juga di news feed, sedangkan news feed sendiri dapat dilihat oleh lebih banyak orang.

Mengganti sistem komentar Facebook dengan Disqus

Setiap blog harus dioptimalkan performanya. Joomla sendiri memiliki fitur bawaan untuk mengoptimalkan performa blog Joomla yaitu GZip compression. Selain mengoptimalkan performa blog menggunakan cara-cara yang umumnya juga digunakan pada sebuah blog, blog Joomla juga dapat memanfaatkan fitur bawaan yang sudah ada. Pengaktifan fitur GZip compression di Joomla dapat mengakibatkan sistem komentar Facebook tidak berfungsi dengan baik. Sistem komentar Facebook tetap muncul namun komentar yang sudah diberikan tidak ditampilkan dan mungkin saja memberi komentar baru pun tidak bisa dilakukan.

Permasalah terkait tidak berfungsinya sistem komentar facebook ini telah banyak disinggung di beberapa forum Joomla. Beberapa diantaranya mengatakan bahwa permasalahannya tidak terletak pada Joomla, namun ada pada sistem komentar Facebook. Sebenarnya hal ini dapat diatasi dengan memasang ekstensi bernama facebookfix, namun tidak semuanya membuahkan hasil. Dengan mempertimbangkan berbagai hal dan tidak mengurangi rasa terima kasih kepada Anda semua yang telah memberikan komentar sebelumnya, akhirnya blog termasmedia mengganti sistem komentar Facebook dengan sistem komentar Disqus.

4. Menjatuhkan pilihan pada sistem komentar Disqus.

Mengganti sistem komentar Facebook dengan Disqus

Sebagaimana sistem komentar Facebook, sistem komentar Disqus juga banyak digunakan di blog atau website. Ketika melakukan aktifitas berinternet, Anda akan dapat menemukan dengan mudah penggunaan sistem komentar ini. Sebenarnya banyak alternatif sistem komentar yang dapat digunakan di blog Joomla seperti JComment, CComment Pro, PopFeed, Komento, RSComments, JA Cackle dan lain sebagainya. Disqus sendiri adalah platform komunitas jejaring yang digunakan di banyak blog atau website di seluruh dunia. Sistem komentar Disqus tidak sulit ketika diintegrasikan di blog berbasis Joomla.

Disqus merupakan alat atau layanan untuk menerima dan mengelola komentar dan diskusi. Ketika digunakan, komentar dapat dilakukan secara lebih interaktif dan mudah. Anda dapat menggunakan berbagi fitur yang ada seperti mengungah file gambar, integrasi sosial media dengan banyak situs, anti spam, moderasi, komentar realtime dan masih banyak lagi. Apabila diinginkan, tampilan Disqus juga dapat disesuaikan agar selaras dengan tampilan blog atau website dengan menggunakan API dan JavaScript. Sistem komentar Disqus juga mendukung perangkat mulai dari komputer dekstop sampai ke perangkat smartphone.