Pin It

Apabila Anda pengelola blog atau website, tentu sudah tidak asing dengan istilah web hosting dan cPanel. Sederhananya, web hosting adalah layanan yang menyediakan ruang beserta dukungannya (bandwidth, speed) untuk file blog atau website, sedangkan untuk mengelola file dan layanan lainnya, digunakan panel kontrol yang disebut cPanel. Di cPanel, Anda mengelola semua file dan folder blog atau website melalui File Manager. Pengelolaan ini meliputi mengunduh dan mengunggah file atau folder, membuat file atau folder dan menghapusnya, menyalin, memberi nama ulang dan sebagainya.

Ada kalanya untuk blog atau website yang sudah besar, Anda membutuhkkan dukungan file-file tertentu. File-file ini Anda letakkan di sebuah folder atau direktori yang sudah Anda buat sebelumnya. Anda tidak ingin file-file tersebut dapat diakses oleh orang lain yang tidak berkepentingan dengan merahasiakan nama dan struktur foldernya. Namun siapapun yang punya akses ke cPanel bisa menduga-duga nama dan dimana folder atau direktori yang berisi file-file tersebut. Dengan demikian, tidak sepenuhnya file-file tersebut aman.

Salah satu cara untuk lebih mengamankan file-file yang terdapat di folder atau direktori adalah memproteksinya dengan password. Proteksi password ada pada folder atau direktori untuk melindungi file dan juga folder yang ada di dalamnya. Password dapat memberikan proteksi tambahan pada folder atau direktori terhadap akses dari orang-orang yang tidak berkepentingan. Namun, Anda juga dapat memberikan akses ke folder atau direktori yang diproteksi tersebut kepada orang-orang tertentu yang Anda inginkan. Berikut ini adalah langkah-langkahnya:

Masuk terlebih dahulu ke akun cPanel Anda dan di kelompok Security pilih Password Protect Directories.

Memproteksi folder atau direktori di cPanel dengan password

Di kotak dialog Password Protect Directories Directory Selection yang muncul, beri tanda centang di kotak centang (check box) berlabel Show Hidden Files (dotfiles) untuk menampikan semua file yang tersembunyi dan kemudian klik tombol Go.

Memproteksi folder atau direktori di cPanel dengan password

Klik nama folder yang ingin Anda proteksi dengan password (dalam contoh ini folderkhusus), apabila Anda ingin memproteksi folder atau direktori yang ada di dalamnya, klik ikon foldernya untuk menampilkan file atau folder yang ada di dalamnya.

Memproteksi folder atau direktori di cPanel dengan password

Untuk memberi passwor pada folder atau direktori yang dipilih, beri tanda centang di kotak centang berlabel Password Protect this directory, beri nama folder tersebut di kotak teks berlabel Enter a name for the protected directory dan kemudian klik tombol Save. Sekarang folder atau direktori telah terproteksi password. Klik tombol Go back untuk membuat user.

Memproteksi folder atau direktori di cPanel dengan password

Pembuatan user digunakan untuk memberikan akses kepada orang-orang tertentu yang Anda inginkan ke folder atau direktori yang telah diproteksi password. Anda dapat membuat sejumlah user dengan mengulangi pembuatannya. Untuk mulai membuat user, di bagian Create User, isi tiga kotak teks (text box) pertama dan kemudian klik tombol Add Or Modify The Authorizer User.

Memproteksi folder atau direktori di cPanel dengan password

Ketika folder atau direktori yang terproteksi tersebut diakses melalui browser, akan muncul kotak dialog otentikasi yang menyerupai gambar di bawah ini, tergantung apakah Anda menggunakan browser Google Chrome, Mozilla Firefox atau yang lainnya.

Memproteksi folder atau direktori di cPanel dengan password