Petunjuk menentukan nama domain untuk web

Di Indonesia, jumlah blog, website dan aplikasi web seperti online shop atau e-commerce terus mengalami pertumbuhan. Banyak faktor yang mendorong pertumbuhan ini seperti infrastruktur internet yang makin baik, akses internet yang semakin mudah dan juga penguasaan beragam aplikasi web seperti CMS untuk membuat blog, website atau online shop secara instan oleh mereka yang bukan berasal dari latar belakang IT.

Sekarang ini, banyak pengusaha menyadari bahwa kegiatan bisnis meraka, sekalipun dalam skala kecil, juga harus didukung dengan adanya website (online company profile) untuk menjangkau pasar atau klien yang lebih luas. Demikian juga banyak blogger tanah air bermunculan yang tidak sekedar hanya menuangkan ide, gagasan, berbagi pengalaman dan berbagi pengetahuan dalam bentuk blog, namun blog telah menjadi sarana untuk mendapatkan penghasilan melalui program afiliasi. Blogger seperti ini biasanya memiliki lebih dari satu blog yang dikelola.

Blog, website dan aplikasi web lainnya memerlukan nama domain sebagai alamat yang akan diakses secara online. Dengan semakin banyaknya jumlah blog, website dan aplikasi web, nama domain idaman sudah mulai susah diperoleh karena telah digunakan atau dimiliki oleh orang lain. Beberapa cara yang mungking dapat dilakukan adalah dengan membeli nama domain yang dimiliki orang lain, menggunakan nama domain sama namun dengan ekstensi domain berbeda atau menggunakan nama domain yang memiliki kemiripan.

Membuat nama domain untuk website bisnis mempunyai takaran kesulitan dan keseriusan yang berbeda bila dibandingkan dengan nama domain untuk blog pribadi. Nama domain website bisnis membawa brand bisnis dan juga digunakan untuk tujuan branding, sedangkan nama domain blog pribadi mungkin bisa lebih tidak terikat. Bila pemilik blog membuat dan menyukai suatu nama domain, mungkin akan langsung menggunakan tanpa terlalu banyak pertimbangan.

Nama domain untuk website bisnis maupun blog pribadi idealnya mempunyai sesuatu yang dapat dianggap mencirikan bisnis yang dijalankan maupun konten blog. Nama domain yang seperti ini memang tidak mudah, terlebih lagi bila sudah ada yang cocok atau sesuai, namun sudah digunakan orang lain. Apapun nama domain Anda pada akhirnya, ada beberapa petunjuk yang mungkin bisa dipertimbangkan dalam menentukan nama domain:

1. Gunakan nama domain yang pendek dan mudah diingat.

Tidak ada yang salah menggunakan nama domain yang panjang bila Anda menginginkan itu, namun sebaiknya, gunakan nama domain pendek dan mudah diingat. Kebanyakan orang cenderung lupa dengan nama domain yang panjang, terlebih lagi bila nama domain tersebut susah diingat. Ketika seseorang mengetik atau menulis nama domain yang panjang, akan cenderung salah atau keliru.

2. Penggunaan tanda hubung (hyphens) atau angka.

Hindari penggunaan tanda hubung (hypens) atau angka di nama domain. Nama domain seharusnya satu kata atau beberapa kata yang menjadi satu. Usahakan nama domain mudah dilafalkan secara lisan. Ketika nama domain memiliki tanda hubung atau angka dan ketika Anda melafalkannya secara lisan, orang lain yang mendengar akan menjadi bingung apakah tanda hubung diperlukan dan juga apakah angka ditulis sebagai kata atau numerik.

3. Penggunaan nama domain sama dengan ekstensi berbeda.

Sangat sering hal ini terjadi dan mungkin pernah Anda alami ketika nama domain yang sudah dipersiapkan dengan ekstensi yang sudah ditentukan ternyata sudah digunakan orang lain. Bila nama domain tersebut mewakili brand bisnis Anda, Anda dapat tetap menggunakan nama domain tersebut dengan ekstensi domain berbeda. Misalnya, seseorang sudah menggunakan nama domain dengan ekstensi .com, Anda dapat menggunakan nama domain yang sama dengan ekstensi alternatif lainnya, misalnya .net.

4. Nama domain yang mungkin melanggar hak cipta.

Pertimbangkan baik-baik bahwa nama domain yang akan Anda gunakan tersebut tidak melanggar hak cipta dari suatu merek, perusahaan atau mungkin yang terkait produk atau layanan. Meskipun ada banyak faktor sampai sesuatu dikatakan melanggar hak cipta, namun mengantisipasi lebih awal akan lebih baik daripada Anda sudah terlanjur menggunakan nama domain tersebut untuk jangka waktu lama.

5. Nama domain yang mencirikan bisnis atau konten blog.

Tidak masalah Anda memilih menggunakan nama domain yang disukai, yang dianggap keren atau mungkin dianggap lebih menarik. Nama domain bisa apa saja, namun usahakan bisa menjadi identitas dari bisnis atau dapat menggambarkan konten blog Anda. Nama domain seperti ini akan memberikan gambaran sepintas dari bisnis atau konten blog Anda, akan lebih mudah diingat dan memunculkan rasa ingin tahu.