Hal yang perlu diketahui ketika memilih CMS Joomla sebagai platform blog

Apa yang ada di pikiran Anda ketika pembicaraan tentang blog. Anda mungkin berpikir konten ter-update, bahasa yang tidak harus formal, interaktif, informatif dan edukasional, Blogger, Wordpress dan sebagainya. Anda tidak salah. Apa yang ada di pikiran Anda mengacu pada blog secara umum. Dari sisi konten, blog dan website memiliki perbedaan. Anda dapat menebak apakah termasmedia termasuk blog atau website.

Konten blog umumnya ter-update teratur, apakah itu merubah konten lama sehingga lebih relevan untuk saat ini atau menambahkan konten baru, sedangkan konten website cenderung statis, jarang dirubah maupun ditambah. Blog mungkin menggunakan bahasa yang tidak formal, sedangkan website umumnya menggunakan bahasa formal dan profesional.

Dari sisi interaksi, blog memiliki interaksi dua arah antara pemilik dan pengunjung blog. Interaksi dua arah dilakukan melalui sistem komentar yang dipasang. Itulah sebabnya, ketika mengunjungi blog, Anda akan mendapati sistem komentar di bagian bawah. Namun tidak semua blog memiliki sistem komentar, ada juga satu atau dua blog tidak menggunakan sistem komentar. Itu semua tergantung preferensi pemilik blog.

Artikel menarik lainnya:

Blog umumnya dibuat sebagai sarana menuangkan ide, gagasan, berbagi pengalaman, berbagi pengetahuan dan sebagainya. Konten blog bersifat informatif dan edukasional, sedangkan website cenderung transaksional. Dari sisi konten dengan cakupan luas, umum dan tidak mengikat inilah yang mendorong banyaknya blog baru bermunculan, selain juga faktor monetisasi, akses internet yang semakin mudah serta platform untuk membuat blog yang bervariasi.

Blog-blog di Indonesia banyak dibuat menggunakan Blogger atau Wordpress. Memang kedua platform ini ditujukan khusus untuk kegiatan blogging. Dari dulu, Blogger sepenuhnya adalah platform blog, sedangkan Wordpress pada awalnya adalah platform blog yang kemudian berubah menjadi Content Management System (CMS). Selain Blogger dan Wordpress, semua CMS dapat digunakan sebagai platform blog.

Anda mungkin tertarik artikel ini:

Sekali lagi, yang membedakan apakah sebuah blog atau website adalah konten dan hal lain yang terkait konten. Tidak masalah apakah blog dibuat dengan Blogger, Wordpress, Joomla, Drupal, Magento atau Moodle. Ada banyak CMS di luar sana yang dapat dipilih dan digunakan untuk membuat blog. Masing-masing memiliki fitur dan struktur bangunan berbeda. Namun pada dasarnya sama, Blogger dan semua CMS memberikan kemudahan dalam mengelola konten digital.

Joomla adalah salah satu platform yang juga dapat digunakan untuk membuat blog. Berbeda dengan Blogger dan Wordpress, Joomla dari awal kemunculannya adalah sepenuhnya CMS. Joomla memiliki fitur lengkap yang dibutuhkan untuk membuat website dan aplikasi skala enterprise. Selain fitur bawaan (built-in features), Joomla menyediakan banyak ekstensi di JED untuk menambah fungsionalitasnya.

Baca artikel Beberapa Ekstensi Terbaik Joomla Untuk Membangun E-commerce

Apakah tidak terlalu kompleks membuat blog dengan Joomla? Tidak, Anda dapat menyesuaikan dan tentunya juga tidak akan menggunakan banyak fitur maupun ekstensi sebagaimana Anda membuat website atau aplikasi enterprise. Untuk membuat blog, Joomla juga memiliki kekurangan yaitu tidak memiliki sistem komentar sendiri seperti Blogger dan Wordpress. Blog semestinya memiliki sistem komentar untuk berinteraksi dua arah dan agar terkesan tumpul.

Masalah komentar di Joomla dapat diatasi dengan menggunakan sistem komentar pihak ketiga. Ada banyak sistem komentar yang dapat diintegrasikan dengan Joomla seperti Disqus, JComment, CComment Pro, PopFeed, Komento, RSComments, JA Cackle dan sebagainya. Bukankah pengguna Wordpress juga banyak menggunakan sistem komentar pihak ketiga seperti Disqus? Ketika Anda menggunakan Joomla untuk membangun blog, ada banyak fitur tidak terpakai.

Banyak yang beranggapan bahwa membuat blog dengan Joomla terkesan rumit. Kalau ada yang lebih mudah, kenapa harus menggunakan yang sulit? Ini sepenuhnya tidak benar. Pada dasarnya, semua CMS itu sama. Benar, bila masing-masing mempunyai istilah dan cara berbeda. Dengan persiapan yang tepat dan langkah yang benar, Anda dapat membuat blog menggunakan Joomla. Bila akhirnya Anda memutuskan untuk membuat blog menggunakan Joomla, berikut ini beberapa petunjuk yang bisa digunakan:

1. Pemilihan template.

Template menentukan keseluruhan design blog Anda. Untuk blog Joomla, gunakan template yang bersih dan sederhana. Ketika Anda menginstal Joomla, Joomla telah menyertakan dua template bawaan. Salah satu template bisa digunakan untuk membuat blog. Template yang disertakan di Joomla memiliki struktur yang baik, ringan dan juga lebih clean code.

Namun bila Anda merasa tidak cukup dengan template bawaan Joomla, Anda dapat menggunakan template dari pihak ketiga. Banyak sekali website-website penyedia template Joomla, ada template yang bersifat gratis dan ada juga yang premium (berbayar). Yang perlu dipastikan adalah template tersebut sudah responsif dan bisa dirubah atau disesuaikan (customization).

2. Fokus pada kecepatan.

Joomla memiliki cukup banyak fitur dan juga menyediakan berbagai macam ekstensi di JED. Namun Anda perlu mengingat kembali bahwa Anda membuat blog dan bukan website atau aplikasi skala enterprise. Gunakan fitur dan juga ekstensi yang diperlukan saja. Pemakaian fitur atau ekstensi Joomla secara berlebihan akan memperberat loading blog Joomla. Usahakan blog Joomla tetap memiliki performa terbaiknya.

Baca artikel:

Bila kemudian Anda merasakan performa blog menurun, Anda perlu mengambil langkah-langkah agar performa blog menjadi baik lagi. Joomla sebenarnya memiliki fitur bawaan (built-in features) yang dapat meningkatkan performanya. Secara default, fitur ini tidak diaktif. Fitur di Joomla yang dimaksud adalah Cache dan kompresi GZip. Aktifkan kedua fitur ini untuk memperbaiki performa blog Joomla Anda.

3. Buat visual blog yang menarik.

Terkait blog Joomla, visual yang menarik di sini bukan penekanan pada menggunakan fitur dan ekstensi berlebihan, namun lebih ke konten. Tentu Anda tidak akan membuat artikel untuk blog Joomla yang hanya berisi teks saja. Sampai kapanpun, teks tetap menjadi bagian terpenting dari sebuah artikel, namun artikel yang hanya menggunakan teks saja akan terkesan menjemukan. Pengunjung yang membaca artikel blog bisa merasa cepat bosan.

Anda dapat menambahkan gambar ke artikel blog sehingga akan memberikan kesan visual yang lebih baik. Namun penambahan gambar juga jangan dilakukan berlebihan, seperlunya saja. Bila Anda menambahkan banyak gambar di artikel Joomla, laman akan menjadi berat dan waktu muat menjadi lebih lama. Hindari menggunakan gambar yang terlalu besar. Usahakan kurangi ukuran file gambar dengan cara dikompresi menggunakan tool online atau aplikasi Adobe Photoshop.

Baca artikel Cara optimasi Gambar (Image) Blog Atau Website Untuk SEO

4. Perhatikan aspek keamanannya.

Ada yang mengatakan bahwa website atau blog Joomla rentan diserang hacker. Joomla memiliki sisi keamanan sangat baik asal Anda selalu melakukan update ketika ada versi terbaru. Semua software sumber terbuka apapun, termasuk CMS lainnya, memang rentan pada masalah keamanan. Hal ini disebabkan karena kode sumbernya dapat diunduh gratis, dipelajari dan akhirnya dapat diketahui sisi kelemahannya.

Baca artikel:

Sebenarnya kelemahan yang ada bukan semata-mata ada pada Joomla, namun bisa pada bahasa PHP atau database MySQL yang juga merupakan sumber terbuka. Cara terbaik untuk membentengi blog Joomla Anda adalah dengan melakukan update ketika ada rilis versi terbaru. Bila sangat diperlukan, Anda juga dapat menambahkan ekstensi tertentu untuk memberikan lapisan keamanan tambahan.

SUKAI DAN BAGIKAN ARTIKEL INI:
Pin It

MASUKKAN EMAIL ANDA UNTUK BERLANGGANAN ARTIKEL GRATIS:

Delivered by FeedBurner