Menonaktifkan hardware graphics acceleration Microsoft Office
Hardware Graphics Acceleration Microsoft Office
Microsoft Office adalah aplikasi yang populer dan paling banyak digunakan sampai saat ini. Meskipun banyak aplikasi sejenis yang bisa menjadi alternatif Microsoft Office dan bahkan bersifat gratis, namun aplikasi-aplikasi tersebut rasanya sangat sulit untuk menggeser atau menggerus dominasi Microsoft Office. Banyak pengguna lama sangat mengenal antar muka grafis Microsoft Office.

Sebagaimana umumnya aplikasi yang terus-menerus dikembangkan, versi terbaru Microsoft Office juga memiliki banyak teknologi di dalamnya. Untuk pertama kali, di Microsoft Office 2013 terdapat Hardware Graphics Acceleration dan secara default fitur ini telah diaktifkan. Dengan Hardware Graphics Acceleration diaktifkan, rendering grafis dan teks dialihkan dari CPU ke GPU.

Baca artikel:

Mengalihkan rendering grafis dan teks dari CPU ke GPU akan dapat meningkatkan performa aplikasi Microsoft Office. Pengguna dapat memiliki pengalaman yang jauh lebih baik dan menyenangkan ketika menggunakan aplikasi manapun seperti Word, Excel, PowerPoint, Outlook atau yang lainnya. Di sisi lain, pengalihan rendering grafis dan teks ke GPU juga bisa meningkatkan beban pada kartu grafis (graphics card).

Baca artikel Mengetahui Kartu Grafis (Graphics Card) Yang Terpasang Di Komputer

Umumnya, pengguna Microsoft Windows tidak cukup menjalankan satu aplikasi. Selain membuka Microsoft Word atau Excel, Anda mungkin juga membuka web browser, aplikasi Photoshop dan beberapa yang lain. Beban kartu grafis menjadi semakin bertambah berat. Bisa saja hal ini akan menyebabkan aplikasi Microsoft Office yang Anda jalankan menjadi bermasalah.

Aplikasi Microsoft Office bisa saja mengalami crash, menjadi lambat, teks terlihat kabur atau kursor yang menggantung. Bila aplikasi Microsoft Office yang sedang Anda jalankan mengalami masalah demikian, mungkin ini masih ada kaitan dengan Hardware Graphics Acceleration. Menonaktifkan (disable) Hardware Graphics Acceleration mungkin dapat menyelesaikan masalah yang terjadi.

Menonaktifkan (disable) Hardware Graphics Acceleration dapat dilakukan melalui salah satu aplikasi di Microsoft Office. Di contoh ini akan digunakan Microsoft Office Word 2019 untuk menonaktifkan (disable) Hardware Graphics Acceleration Microsoft Office 2019. Berikut ini adalah caranya:

Buka atau jalankan aplikasi Microsoft Word, klik menu File dan di backstage Microsoft Word yang muncul, klik Options yang terletak di posisi paling bawah.

Menonaktifkan (disable) hardware graphics acceleration di Microsoft Office

Di kotak dialog Word Options yang muncul, klik tab Advanced (1), di kelompok Display (2), beri tanda centang di kotak centang (check box) Disable hardware graphics acceleration (3) dan kemudian klik tombol OK (4).

Menonaktifkan (disable) hardware graphics acceleration di Microsoft Office

Setelah Hardware Graphics Acceleration dinonaktifkan, buka kembali aplikasi Microsoft Office dimana Anda mendapati masalah seperti crash, lambat, teks kabur atau kursor yang menggantung. Sekarang, pastikan bahwa masalah tersebut sudah tidak ada. Menonaktifkan Hardware Graphics Acceleration di Microsoft Word, akan menonaktifkan pula di Microsoft Office yang lain seperti Excel, PowerPoint atau Outlook.

Produk Populer

Murah Taffware OKD180 power supply station 220V 69800mAh
Taffware OKD180 Outdoor Power Station

Banyak jenis output, garansi resmi 1 tahun, kapasitas besar 69800 mAh, 180 watt, dan mudah dibawa.

Rp 1.045.500
(4.8/5)
Murah Fosi Audio DA2120C Power Amplifier
Fosi Audio DA-2120C Power Amplifier

2.1 channel, input bluetooth, USB, optical, coaxial, dan RCA, output ke speaker dan subwoofer pasif.

Rp 2.138.900
(5/5)
Murah Fosi Audio BT30D Pro Power Amplifier
Fosi Audio BT30D Pro Power Amplifier

2.1 channel, input bluetooth dan RCA, output speaker pasif dan aktif, serta subwoofer pasif dan aktif.

Rp 1.246.700
(5/5)
Murah Meiyulin OKD320A Power Station
Meiyulin OKD320A Outdoor Power Station

Banyak jenis output, proteksi keamanan, kapasitas besar 84000 mAh, 300 watt, dan mudah dibawa.

Rp 1.547.500
(5/5)