Anda mungkin sudah tidak asing dengan file ISO yang juga disebut dengan ISO image atau disk image. File ISO adalah file arsip yang merupakan salainan identik data atau salinan apapun yang tersimpan di disk optik (optical disk) seperti CD, DVD atau Blue-ray. Nama ISO sendiri berasal dari nama file sistem yang digunakan oleh media optik yaitu ISO 9660.

Gagasan di balik file ISO adalah untuk mengarsipkan salinan digital yang tepat dan identik dari sebuah disk dan kemudian menggunakan file ISO untuk burning ke disk baru sehingga diperoleh salinan yang sama persis seperti disk aslinya. File ISO adalah salinan sektor demi sektor dari disk dan tidak memberlakukan kompresi.

Baca artikel Mendapatkan File ISO Microsoft Office Dengan Mudah Dan Aman

File ISO pada awalnya digunakan untuk mendistribusikan program atau aplikasi berukuran besar atau sistem operasi karena semua file perlu diletakkan di sebuah file yang dapat diunduh dengan mudah. Namun, sekarang ini, file ISO sudah banyak dimanfaatkan untuk membuat backup (cadangan) dari disk optik. Banyak sistem operasi, program atau aplikasi serta distro Linux dapat diunduh dalam bentuk file ISO.

Baca artikel Mendapatkan File ISO Windows 10 Secara Resmi Dan Legal

Berikut ini adalah tiga cara menggunakan file ISO (ISO image atau disk image) ketika ingin menginstal sistem operasi atau aplikasi ke komputer:

1. Membakar (burning) file ISO ke disk.

Ini adalah salah satu cara yang bermanfaat ketika Anda ingin membuat disk yang akan digunakan untuk menginstal sistem operasi atau aplikasi. Cara burning file ISO terutama berguna ketika ingin menginstal sistem operasi, membuat utility disk, menggunakan disk sebagai booting sistem atau membuat backup (cadangan) sebuah disk.

Mengenal dan cara menggunakan file ISO

Anda cukup banyak software gratis untuk burning file ISO ke disk misalnya Free Audio CD Burner, BurnAware Free, DeepBurner Free, InfraRecorder dan lain sebagainya. Bila Anda pengguna Windows 7, 8, 8.1 atau 10, Windows juga memiliki fitur built-in untuk burning file ISO ke disk sehingga tidak diperlukan lagi burning software pihak ketiga (third-party software).

2. Mount file ISO.

Mount file ISO adalah cara paling mudah ketika ingin menginstal program atau aplikasi ke komputer. Anda cukup klik kanan file ISO dan kemudian pilih Mount dari menu pintas yang muncul. Anda dapat menggunakan software Daemon Tool, PowerISO dan UltraISO untuk mount file ISO, namun Windows 8, 8.1 dan 10 juga memiliki fitur built-in untuk mount file ISO sehingga tidak diperlukan lagi software dari pihak ketiga lagi.

Baca artikel Cara Mount Dan Unmount File ISO Di Windows 10

Mengenal dan cara menggunakan file ISO

Dalam proses mounting file ISO, akan muncul ODD (Optical Disk Drive) baru. Ini adalah ODD virtual. Untuk menginstal program atau aplikasi, jalankan file executable (setup.exe) yang ada di ODD virtual.

Mengenal dan cara menggunakan file ISO

3. Ekstrak file ISO.

Salah satu cara yang juga cukup mudah untuk menginstal program atau aplikasi melalui media file ISO adalah dengan cara mengekstrak (extract) file ISO. Anda dapat menggunakan software seperti 7-zip, WinZip atau WinRar untuk mengekstrak file ISO. Dengan mengekstrak file ISO, Anda dapat melihat isi atau konten dari file ISO tersebut.

Mengenal dan cara menggunakan file ISO

Di sini, 7-zip adalah salah satu software favorit karena bersifat gratis, open source dan cukup powerfull. Ketika Anda menginstal 7-zip dan mengkaitkan langsung dengan file ISO, Anda cukup mengklik ganda (double-clik) file ISO untuk membuka isi atau konten file ISO di 7-zip atau Anda dapat mengekstraknya ke folder lain untuk melihat keseluruhan konten dari file ISO. Untuk menginstal program atau aplikasi, jalankan file executable (setup.exe) yang ada di hasil ekstraksi.

SUKAI DAN BAGIKAN ARTIKEL INI:
Pin It