Apa itu VPN dan cara kerjanya

Ketika bicara mengenai kegiatan online secara anonim dan aman dengan penekanan pada data, informasi dan privasi, pembicaraan tidak akan lengkap dan sempurna tanpa menyertakan layanan VPN. Meskipun Anda tetap dapat melakukan kegiatan online secara anonim atau dengan mencegah ekspos berlebihan pada privasi Anda, namun kenyataannya adalah bahwa data atau informasi yang ditransmisikan tidak benar-benar aman karena tidak terenkripsi.

1. Apa itu VPN?

Anda perlu metoda yang juga dapat mengamankan data atau informasi yang ditransmisikan. Untuk itu, Anda dapat menggunakan layanan VPN (Virtual Private Network) untuk mendapatkan keamanan terbaik. Lalu, apa itu VPN? Secara sederhana, VPN merupakan layanan yang membolehkan Anda melakukan kegiatan online secara aman dan pribadi (private). VPN memberikan perlindungan dan keamanan paling lengkap untuk kegiatan online Anda.

Baca artikel Cara Mengaktifkan Do Not Track (DNT) Di Web Browser

Anda perlu menyadari bahwa internet bukan tempat aman bagi siapapun. Ada banyak penjahat dunia maya (cybercriminals) yang siap mengintai atau menyadap data atau informasi penting Anda. Demikian juga Ketika menjelajah internet, Anda juga meninggalkan jejak (browsing history). VPN mengenkripsi data atau informasi sehingga IP address, lokasi geografis, browsing history, data pribadi, aktivitas Anda dan sebagainya akan tetap aman.

Baca artikel 6 Manfaat Menggunakan Virtual Private Network (VPN)

VPN ibarat sebuah tunnel pribadi khusus yang menghubungkan perangkat Anda dengan internet dan menyembunyikan data atau informasi penting melalui enkripsi. Penjahat dunia maya (cybercriminal) tidak akan bisa membaca data atau informasi penting yang disadap dan juga pihak lain yang ingin mengekspos privasi Anda seperti website yang Anda kunjungi, internet service provider (ISP), search engine, pengiklan dan sebagainya tidak mampu melacak Anda.

2. Cara kerja VPN.

Bagaimana cara kerja dari VPN? Anda memulai terlebih dahulu VPN client yaitu perangkat lunak (software) yang berasal dari layanan VPN yang Anda gunakan. VPN client ini mengenkripsi data atau informasi, bahkan sebelum ISP atau hotspot publik gratis yang Anda gunakan melihatnya. Data atau informasi kemudian diarahkan (route) ke server VPN yang lokasinya telah Anda pilih. Server VPN kemudian meneruskan data atau informasi tersebut ke destinasi online yang Anda tuju.

Di sini, dikatakan bahwa VPN dapat bertindak semacam perantara (intermediary) yang memberi perlindungan dan keamanan saat Anda terhubung ke internet. Dengan perlindungan dan keamanan yang diberikan, peretas atau penjahat dunia maya yang menyadap data atau informasi, tidak akan dapat membaca isinya atau pihak lain yang mencoba mengekspos privasi Anda, tidak akan mampu melacaknya.

3. Seberapa aman VPN?

Mungkin ada yang menanyakan apakah setiap layanan VPN dari penyedia (provider) berbeda memiliki tingkat keamanan yang sama? Sebagaimana sebuah layanan pada umumnya, keamanan yang diberikan provider layanan VPN juga tergantung dari beberapa faktor yaitu teknologi yang digunakan oleh provider tersebut dan yuridiksi hukum dimana server VPN berada. Batasan dan kebijakan hukum di suatu daerah atau negara juga dapat mempengaruhi bagaimana teknologi diterapkan.

4. Protokol VPN.

Ada beberapa protokol VPN yang saat ini digunakan seperti PPTP, L2TP, SSTP, IKEv2 dan juga OpenVPN. Protokol VPN ini menentukan bagaimana data atau informasi ditransmisikan melalui VPN.

  • Point-To-Point Tunneling Protocol (PPTP) adalah protokol lama yang masih digunakan. Protokol ini didesain oleh Microsoft dan menjadi bagian dari sistem operasi Microsoft Windows. Protokol ini bekerja pada komputer lama dan pengaturanya mudah dilakukan. Level keamanan untuk protokol ini sudah di bawah standar saat ini.
  • L2TP/IPsec (Layer 2 Tunneling Protocol) adalah kombinasi protokol antara PPTP dan protokol Cisco. L2TP menggunakan kunci (keys) untuk membuat koneksi aman di kedua ujung tunnel. Penambahan protokol IPsec sedikit meningkatkan keamanan. Gabungan kedua protokol ini menghasilkan paket yang memberi keamanan lebih baik.
  • SSTP (Secure Socket Tunneling Protocol) adalah protokol lain yang dibuat oleh Microsoft berdasarkan pada SSL / TLS yaitu standar de-facto untuk enkripsi web hari ini. Kekuatan SSTP berdasarkan pengaturan dimana hanya dua pihak yang terlibat transfer data atau informasi yang dapat mendekode data atau informasi di dalamnya.
  • IKEv2 (Internet Key Exchange Version 2) adalah masih protokol lain yang juga dibuat Microsoft. IKEv2 merupakan iterasi dari protokol Microsoft sebelumnya yang menawarkan keamanan jauh lebih baik.
  • OpenVPN merupakan proyek sumber terbuka yang akan terus menerus ditingkatkan oleh ratusan pengembang. Sebagaimana SSTP, OpenVPN juga didasarkan pada SSL /TLS. OpenVPN mengamankan koneksi menggunakan kunci (keys) yang hanya diketahui oleh dua pihak yang terlibat transmisi data atau informasi.

5. VPN gratis atau VPN berbayar?

Anda perlu mengeluarkan sejumlah uang untuk menggunakan layanan VPN. Durasi layanan VPN biasanya bulanan atau tahunan. Bila masa layanan akan habis, Anda dapat memperjang kembali. Layanan VPN berbayar (paid VPN) benar-benar memberi keamanan dan kecepatan, didukung banyak server VPN, menggunakan protokol VPN yang memiliki keamanan kuat, menawarkan banyak bandwidth dan juga menyediakan dukungan pelanggan untuk membantu Anda yang mengalami masalah.

Selain VPN berbayar, ada juga VPN gratis (free VPN). Kebanyakan VPN gratis menggunakan Point-To-Point Tunneling Protocol (PPTP) yang saat ini dianggap memiliki level keamanan di bawah standar sehingga kurang atau tidak efektif. VPN gratis juga memiliki jumlah server VPN sedikit dan tawaran bandwidth yang terbatas. Ketika Anda menggunakan layanan VPN gratis, biasanya akan muncul iklan. Sangat sering, dengan VPN gratis ini, data atau informasi Anda tetap dapat dibaca atau dilacak .

SUKAI DAN BAGIKAN ARTIKEL INI:
Pin It