Resiko menggunakan Wi-Fi publik gratis

Sekarang ini, tidak sulit untuk mendapatkan akses internet melalui Wi-Fi gratis (free Wi-Fi). Wi-Fi gratis dapat ditemukan di mal, kedai kopi, restoran, hotel, bandara dan banyak lagi tempat lainnya. Wi-Fi gratis ini tersedia publik (public Wi-Fi) sehingga dapat digunakan oleh siapa saja yang sedang berada di tempat tersebut. Wi-Fi publik umumnya disediakan sebagai salah satu pelayanan yang diberikan kepada mereka.

Anda tentu menganggap ini sebagai pelayanan yang sangat berharga. Sekarang ini, siapapun selalu terhubung ke internet dan keberadaan Wi-Fi publik ini akan membantu dan sangat berguna. Tentu saja, banyak orang yang memanfaatkan Wi-Fi publik untuk mengakses media sosial, melakukan transaksi online yang belum sempat dilakuan atau mengerjakan tugas kantor yang belum selesai.

Baca artikel:

Wi-Fi publik memudahkan siapapun terhubung ke internet tanpa kesulitan dan bahkan tanpa disadari. Namun, banyak orang tidak tahu bahaya mengancam ketika mengakses internet gratis melalui Wi-Fi publik. Ada banyak resiko yang harus ditanggung bila tidak secepatnya menyadari adanya bahaya mengancam. Diharapkan Anda menjadi lebih waspada ketika mengakses internet melalui Wi-Fi umum gratis yang disediakan.

Baca artikel Menjelajah Internet (Browsing Web) Secara Anonim

Menghindari resiko di Wi-Fi publik gratis bisa dilakukan. Anda dapat menggunakan Virtual Private Network (VPN) untuk setiap perangkat yang dipakai, memastikan koneksi Wi-Fi dan Bluetooth ketika tidak digunakan, tidak mengakses website yang menggunakan informasi sensitif, tidak masuk ke jaringan yang tidak memiliki proteksi password, membuka hanya halaman web yang menggunakan protokol HTTPS dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah beberapa resiko yang mungkin bisa dialami ketika Anda mengakses internet melalui Wi-Fi publik:

1. Jaringan tidak terenkripsi.

Salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius ketika mengakses internet melalui Wi-Fi publik adalah keamanan jaringan yang lemah atau bahkan tidak ada. Informasi yang ditransmisikan antara perangkat komputer yang digunakan dan wireless router tidak terenkripsi. Informasi ditransmisikan tidak dalam bentuk "kode rahasia" sehingga dapat dengan mudah dibaca mereka yang menyadap informasi.

Router pada umumnya memiliki fitur enkripsi, namun secara default dimatikan ketika dikirim dari pabrikan pembuat. Bila suatu jaringan dikelola oleh tenaga IT profesional, kemungkinan fitur enkripsi router telah diaktifkan kembali. Namun tidak ada cara untuk memastikan atau mengetahui ini telah dilakukan. Menghindari penggunaan Wi-Fi publik mungkin cara tepat menghindari resiko.

2. Distribusi virus atau varian malware lain.

Hampir setiap perangkat lunak (software), baik sistem operasi seperti Windows, macOS atau Linux dan program, memiliki kerentanan berupa celah keamanan. Ketika Anda terkoneksi ke Wi-Fi publik, peretas dapat memanfaatkan celah keamanan yang ada pada sistem operasi atau program yang dijalankan untuk menyebarkan program jahat (malicious software) seperti virus atau varian malware lain dengan target merusak sistem atau mencuri informasi penting.

Baca artikel:

3. Serangan Man-in-the-Middle.

Salah satu ancaman yang sering terjadi pada pengguna Wi-Fi publik adalah serangan Man-in-the-Middle (MitM). Pada dasarnya, serangan MitM adalah bentuk penyadapan. Ketika akses internet melalui Wi-Fi publik terjadi dan informasi dikirim dari komputer satu ke komputer yang lain, adanya kerentanan jaringan pada sisi keamanan memberi kemungkinan penyerang masuk di antara transmisi dan membaca informasi tersebut.

4. Pengintaian sinyal.

Salah satu aksi kejahatan yang dilakukan oleh penjahat dunia maya (cybercriminal) adalah mengintai, mengintip atau mengendus sinyal Wi-Fi. Cybercriminal dapat membeli perangkat (device) dan software khusus untuk membantu mereka dalam melakukan aksinya. Dengan cara ini, cybercriminal mampu untuk mengakses segala sesuatu terkait kegiatan online Anda untuk mengambil kredensial login atau membajak akun Anda.

5. Hotspot berbahaya.

Cybercriminal melakukan banyak cara dalam menjalankan aksinya, salah satunya adalah menipu dengan menyediakan hotspot berbahaya. Hotspot sengaja disiapkan dengan nama yang meyakinkan atau tidak mencurigakan, seperti nama hotel tempat Anda menginap. Anda diharapkan percaya bahwa ini hotspot yang aman dan kemudian terkoneksi ke hotspot berbahaya tersebut. Ketika Anda sudah terkoneksi, informasi sensitif Anda dapat dilihat mereka.

SUKAI DAN BAGIKAN ARTIKEL INI:
Pin It